Bagaimanalah lagi aq mengiba padaMuwh Tuhan ,,, ketika (mungkin) setan jin manusia bahkan malaikat menertawakankuwh ,,, untuk sesuatu yg bahkan tidak ku memgertiygh ,,,
Bagaimanalah lagi aq mengiba padaMuwh Tuhan ,,, ketika (mungkin) setan jin manusia bahkan malaikat menertawakankuwh ,,, untuk sesuatu yg bahkan tidak ku memgertiygh ,,,
Sambil menunggu saat itu ,,, mulay saat ini aq kan berfikir sebelum tidur ,,, siapa lagi yg akan aq bahagiakan esok hari ??? ,,, sampai tiba kebahagiaankuwh datang ,,, #smile ,,,
Hmmhh ,,, gw eni termasuk orang yang yg mempercayai bahwa semua sudah ditaqdirkan ,,, tidak ada yg bisa merubah taqdir itu ,,, ketika taqdir itu jelek ,,, ya itu lah taqdir ,,, d situ qt harus memahami posisi qt adalah hamba ,,, karnanya sebagai manusia qt harus selalu berdoa agar d berikan taqdir yang baik ,,,
Tapiii ,,, tidak untuk satu hal ini ,,, aq akan selalu berdoa agar terjadi apa yg aku inginkan ,,, dan itu akan menjadi taqdirku ,,, menjalaninya semaksimal manusia can do ,,, sefitrahnya manusia menjalani ,,, aq PERCAYA Tuhan akan mewujudkannya untuk ku ,,, aamiinn,,,
#can xplain what reason cant#
what a sunshine sunday morning … wheeww … alhamdulillah … . Washing2 udah … drying2 udah … gosok2 udah … tinggal yang ada d jemuran … #edisi mbak pulang dari kampung dan berpaling ke lain hatii …. ahuhuhuhuhu
heyyy … finally i have me timmmee …. !!!! siting here … at starbucks coffee in the murning … having a cup dark mocha frapuccino with very tasty whipped cream and accompany with my pinkih netbukkzzhhh …. what a lovely word … 🙂 … alhamdulillah … 🙂 #edisi still jomblow … ahhahahhahahaha 🙂
naahh … i want to share apa yaaaa … ???? well … lately … i have more colourful life … makes me a litbit afraid to slip (and thanksGod its not) … and yaaa … i enjoying one … hehehhehheheh 😀 … . But the point from those is … “it” … ruin your mind … its make you bad any way … even in little scale of that … you will never know when you gonna slip … right ???!! … . Well, just dont try that at home … == PRO only == hahahhahahahahha …. 🙂
Thus … already having new bozh for a month … but … it seems not having bozh at all … ahhahahahhaha …. what ever lah … . Whos care anyway … . Tryin so hard to get a new job for years … but here i am … still in aji … mungkin mang rejeki gw di ajiiiiiii … hehehehhe … thankful for everything … 🙂 …. 🙂 …. 🙂
2015 … any resolution ??? umghh … many … big one … massive … hehheehhe … apa sih … ga jelas … . The point is … keep stay focus ya fiiii … 🙂 … hehehehhehe 😀
damn !!! … i have a good life … alhamdulillah … but its not … !!! hahahhahahah …. i have bad carrier … bad income … bad love matter … and how come i still have this thankful feeling … i dont understand … maybe … this is the looser feeling ??? hehehhehe … i dont know .. and i dont understand also .. yet … . out there … there are many friends already far far away … in life … #two thumbs#
,,, di penghujung penglihatan ini ,,, ada tujuan hidupkuwh ,,, aku akan sampai d tempat itu ,,, pada masa itu ,,, entah bagaimana caranya ,,, mudah2an bisa tercapai ,,,
Dan d belakang mata ini ,,, selalu ada sosok dirimuw ,,, yg selalu mengantarkuwh pada tujuan hidupkuwh ,,, mudah2an bisa bersama ,,, d tempat ituh ,,,
Aamiinn ,,,
Dengan ataw tanpa hati ini ,,, ku tetap mencintaimuwh ,,, rindu tak kepalang ,,, untukmuwh ,,,
Malukuwh padaMu ya aLLah ,,, memohon sangad ,,, tapi masih “nakal” dengan yg lain ,,, apalah arti semua doa sujudkuwh ??? ,,, ampunilah kami ya aLLah ,,, ampunilah kemanusiaan kami ,,, hiikzh ,,,
dapet ni tulisan dari fesbuk na lukman …
—-_-_——_-____—–__—_—
Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, “Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa ‘Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?”
Beliau tersenyum. “Tidak begitu ya Ukhayya”, ujarnya lembut. “Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama & kejayaan itu.”
“Pada kurun awal”, lanjut beliau, “Allah memilih Bangsa ‘Arab. Dipimpin RasuluLlah, Khulafaur Rasyidin, & beberapa penguasa Daulah ‘Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka.”
“Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah ‘Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak ‘Ulama & Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia.”
“Lalu ketika Bangsa Persia berpaling & menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya.”
“Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk.”
“Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; ‘Utsman Orthughrul & anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih.”
“Ketika Daulah ‘Aliyah ‘Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini.”
Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. “Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek”, katanya sedikit tertawa, “Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini.”
“Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke”, ujar beliau terkekeh.
“Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam.”
“Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaaLlah.” –>the best part … hikzh …
Ah.. Campur aduk perasaan, tertusuk-tusuk rasa hati kami di Jogokariyan mendengar ini semua. Ya Allah, tolong kami, kuatkan kami..
Ustadz Salim A. Fillah